Leo, Sang Putra Mahkota
Di sebuah hutan, ada banyak sekali hewan. Semua hewan itu membentuk sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang singa bernama Panthera. Panthera adalah raja yang baik,
bijaksana, dan suka menolong rakyatnya. Panthera memiliki anak bernama Leo. Ibunya mati setelah melahirkannya. Leo adalah penerus kerajaan, tapi sayangnya ia mempunyai tabiat buruk, ia sangat egois.
Suatu ketika, Leo sedang berjalan-jalan di hutan. Tiba-tiba, “Brak…” Leo
terperosok ke dalam lubang. Sebenarnya lubang itu tidak tinggi, tapi Leo
berteriak-teriak, “Tolong,…selamatkan aku,…”. Canis, seekor serigala dan Aquila, seekor elang kebetulan melihat Leo.
“Kami akan menolongmu.” Kata Canis.
Aquila lalu mengambil sulur pohon dan melemparkannya kepada Leo. Leo menggigitnya. Ketika Canis dan Aqulia menarik sulur itu, Leo melompat dan berlari. “Terimakasih sulurnya.” Kata Leo sambil berlari.Canis tersenggol Leo yang
melompat dan terperosok ke dalam lubang. Berita ini tersebar ke seluruh hutan.
Berita ini lalu sampai ke ayahnya, Panthera. Panthera lalu memarahi anaknya, “Kamu itu jangan terlalu egois.” Kata ayahnya. Tetapi Leo tidak berubah, malah semakin menjadi-jadi. Leo pernah mencakar seekor kera yang tidak senggaja menyenggolnya.
Tetapi di tengah kedamaian itu, muncul ancaman yang mengancam. Seekor ular besar bernama Titan, ingin menguasai hutan itu. Titan memiliki banyak anak buah. Titan memiliki racun, yang dapat disemburkan. Selainitu Titan memiliki lilitan yang dapat meremukan tulang.
Semua hewan di hutan dibuat resah oleh kehadiran Titan. Panthera sebagai raja dengan sigap menyatakan perlawanan melawan Titan. Banyak hewan yang ikut melawan Titan, termasuk
Lupus, sang penasihat kerajaan, yang juga ayah Canis, dan Jendral Hawk, yang juga
ayah dari Aquila.
“Nasibmu berakhir di sini!” kata Hawk. “Kamu pantas untuk mati.” Kata Lupus. “Huh…
coba saja kalau kau bisa.” Balas Titan. Lupus menggigit ekor Titan dan Hawk mencakar leher Titan. Titan tidak mau kalah. Titan membanting Lupus ke pepohonan dan memukul Hawk kebebatuan.
Titan lalu melilit Lupus dengan lilitannya yang sangat kencang. Hawk bangkit dan menyerang Titan, tetapi
Titan menggigit Hawk dan menyuntikan bisanya. Hawk lalu jatuh. “Bagaimana rasanya, Jendral?” kata
Titan. Diluar dugaan, Hawk bangkit kembali.
“Aku tak semudah itu kalah, Titan!” kata Hawk
yang terluka parah.“Mari kita akhiri, Jendral!” kata Titan. Titan tiba-tiba menyemburkan bias kepada Hawk. Bisa itu langsung masuk ke dalam tubuh Hawk melalui lukanya dan langsung merusak sarafnya. Seketika itu juga, Hawk mati.
“Giliranmu, penasehat!” kata Titan kepada Lupus. Titan lalu membuat lilitannya semakin kencang. “Argh….!!” Lupus meraung kesakitan. Seketika tulang kerasnya patah berkeping-keping. Lupus lalu mati lemas. “Huahahaha… ambisiku semakin mudah. Aku telah membunuh penasihat kerajaan dan jendaral tertinggi. Huahahaha…..” tawa Titan
Semua hewan di hutan berduka cita, terlebih Canis dan Aquila, mereka kehilangan ayah mereka. Tetapi disaat upacara penghormatan, Leo tidak datang. Ayahnya bertanya, “Mengapa kamu tidak datang ke upacara penghormatan?” Tanya ayahnya. Jawab Leo, “Itu urusan mereka, bukan urusanku. Aku tidak perlu ikut campur.”
Panthera semakin marah, “Kamu terlalu egois. Kamu tidak bias menjadi raja! Kalau kamu masih egois, ayah akan mencopot kedudukanmu sebagai putra mahkota!” kata Panthera dengan marahnya. Leo kesal dan pergi ke hutan.
Leo menyendiri di hutan. Beberapa saat kemudian, Leo kembali kekerajaan. Tetapi disana telah terjadi kekacauan. Titan tiba-tiba datang ke kerajaan. “Aku adalah Titan. Relakanlah kerajaanmu untukku daripada kau mati.” Kata Titan. “Tidak akan pernah, iblis jahat. Jika kamu ingin menguasai kerajaan ini, kalahkan aku dulu.” Balas Panthera. Titan marah dan menyemburkan bisanya, tetapi Panthera menghindar.
Mengetahui ayahnya dalam bahaya, Leo langsung menuju tempat ayahnya. Terlihat ayahnya sedang bertarung dengan Titan. Mengetahui ada yang melihat, Titan
lalu menyemburkan bisanya ke arah Leo. Seketika itu Leo pingsan, karena bisa yang disemburkan
Titan hanya sedikit
“Leo…. Awas kau, Titan.” Kata Panthera. Panthera lalu mencakar mata kiri Titan. “Argh!!” teriak Titan
kesakitan. Mata kiri Titan lalu menjadi buta. “Kurang ajar kau, raja lemah! Rasakan pembalasanku!” kata Titan. Titan lalu melilit tubuh Panthera. Panthera merasa kesakitan. Panthera lalu mencakar tubuh Titan. Titan merasa kesakitan sehingga ia melepaskan lilitannya, tetapi dengan cepat Titan menyemburkan bisa yang cukup banyak kepada Panthera.
Bisa itu masuk ke tubuh Panthera. Panthera lalu merasa pusing. “Bagaimana rasanya, wahai rajaku?” kata Titan. Panthera lalu mati keracunan bisa. Bisa itu telah merusak struktur organ
Panthera.Titan lalu pergi karena kelelahan melawan Panthera.
Ketika Leo terbangun, dia kaget melihat ayahnya tergeletak di
depannya.“Ayah, mengapa ini dapat terjadi?” Ratap Leo. “Aku menyesal telah bersikap egois. Mulai sekarang aku akan melindungi kerajaan kita.” Kata Leo.
Leo lalu mengumpulkan semua warga. “Aku menyesal telah bersikap egois terhadap kalian. Sekarang aku akan berusaha melindungi kalian.” Kata
Leo. Para warga bersorak gembira.“Maafkan aku, Canis dan Aquila.Aku telah bersikap egois kepada kalian.” Kata Leo.
“Kami memaafkanmu.” Kata Canis dan Aquila. Mereka bertiga pergi ke sarang Titan. Kebetulan Titan sedang beristirahat. “Hmm… kalian mau mati? Baiklah, akan kubantu.” Kata Titan.
Titan menyemburkan bisanya ke arah meraka. Untung mereka dapat menghindar.
“Mari kita serang bersama-sama!” kata Leo.
Leo menyerang dari depan, Canis dari belakang, dan Aquila dari atas. Titan digigit dan dicakar oleh Leo, Canis, dan
Aquila. Tetapi, Canis dipukul Titan dengan ekor sedangkan Aqulia dipukul Titan dengan kepalanya yang besar.
Titan lalu mendekati Leo. “Pangeran Leo, ayah mu telah mencakar mataku hingga buta. Saatnya pembalasan!” kata Titan. “Kamu telah menghancurkan kerajaan dan membunuh ayahku, kamu harus pergi” balas Leo.
Pertarungan terus berlanjut dan membawa Leo, Canis,
Aquila, dan Titan menuju jurang. Tenaga mereka hamper habis. Titan lalu menyemburkan bisanya tanpa arah. Malangnya, Canis dan Aqulia terkerna cipratan bisa Titan dan menjadikan mereka lumpuh.
“Semua tergantung padamu, Leo!” kata
Aqulia.“Titan, musuh mu adalah aku!” kata Leo. “Rasakan ini!” kata Titan. Titan lalu menyemburkan bisanya ke arah Leo.Tetapi, Leo
selalu berhasil menghindar dari semburan bisa. Di bawah jurang terdapat batu-batu besar yang meruncing ke atas.
Titan putus asa dan menerkam Leo.Tetapi Leo menghindar dari maut. Malang bagi Titan,
tanah yang ia injak retak, sehingga Titan jatuh ke jurang. “Tidak….” Teriak
Titan. “Jleb…” Titan tertusuk batu yang runcing itu. Darahnya keluar bercucuran dari perutnya. Titan mati.
Leo lalu diangkat menjadi raja. Rakyatnya gembira karena Leo sudah tidak egois lagi. Leo mengangkat Canis sebagai penasihat kerajaan dan Aqulia sebagai Jendral tertinggi. Leo memerintah dengan baik. Kerajaan menjadi aman, tentram, dan damai kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar